TARIF TIKET GARUDA NAIK, HIMPUH KRITISI

Maskapai Garuda Diminta Tinjau Kenaikan Tarif Haji

Jumat, 23 Desember 2011 16:37 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji mengkritisi tarif penerbangan Maskapai Garuda Indonesia yang dinilai terlalu tinggi dan memberatkan sejumlah pihak.

“Tarif penerbangan yang dipatok Maskapai Garuda Indonesia yang terbaru ini terlampau tinggi,” kata Baluki Ahmad, Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH) di Jakarta, Jumat (23/12).

Dia menjelaskan, pada 2010 biaya penerbangan Jakarta-Jeddah sebesar 1.050 dolar AS, sedangkan pada 2009 sebesar 960 dolar AS. “Sekarang ini harganya melonjak menjadi 1.279 dolar AS,” katanya.

Dia menjelaskan, Garuda Indonesia memang selalu menaikkan tarif penerbangan setiap tahunnya. Namun, kenaikan tarif pada tahun ini dirasakan sangat tinggi dan dinilai memberatkan jemaah umrah.

Karena itu, menurutnya anggota HIMPUH akan mempertimbangkan untuk menggunakan maskapai lain jika tidak ada respons positif dari pihak Maskapai Garuda Indonesia.

“Kami akan terus melakukan komunikasi dengan pihak Garuda Indonesia tapi jika kritisi kami tidak direspons kami mempertimbangkan untuk menggunakan maskapai lain,” katanya.

Dia menjelaskan, tarif maskapai penerbangan lain di antaranya Saudi Arabia Airlines, Qatar Airways, Etihad, Emirat, dan Singapore Airlines di bawah 1.000 dolar AS. “Untuk itu kami ingin pihak Garuda Indonesia pertimbangkan kenaikan tarif tersebut,” katanya.

Menurut dia, setidaknya ada dua implikasi dalam kenaikan tarif ini yakni jangka pendek dan jangka panjang. “Untuk jangka pendek, para penyelenggara umrah akan mengalami kerugian, karena telah menerima pendaftaran dengan harga asumsi sebelum kenaikan,” katanya.

Sementara, untuk jangka panjang, akan memicu maskapai lain untuk ikut menaikkan tarif serupa. Sementara itu, Jumlah anggota Himpuh saat ini sebanyak 228 perusahaan travel penyelenggara haji dan umrah. Setiap tahun sedikitnya ada 120.000 jemaah umrah yang diberangkatkan oleh anggota Himpuh.

Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara